Berita Hawzah – Dengan memohon kepada Allah Swt agar menerima segala amal ibadah kaum muslimin, menyajikan penjelasan mengenai doa hari keduapuluh satu bulan suci Ramadhan yang disampaikan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Hasan Zamani. Berikut adalah doa hari keduapuluh satu bulan Ramadan beserta artinya:
«اللهمّ اجْعَلْ لی فیهِ الى مَرْضاتِکَ دلیلاً و لا تَجْعَل للشّیْطان فیهِ علیّ سَبیلاً واجْعَلِ الجَنّهِ لی منْزِلاً و مَقیلاً یا قاضی حَوائِجَ الطّالِبین»
"Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku di bulan ini untuk menuju ridha-Mu, dan jangan jadikan setan memiliki jalan untuk menguasaiku di bulan ini, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan peristirahatan bagiku, wahai Pemenuh kebutuhan orang-orang yang meminta."
Pada hari ini, seorang hamba yang berpuasa memiliki tiga permohonan kepada Allah SWT.
Pada bagian pertama doa ini disebutkan: «اللهمّ اجْعَلْ لی فیهِ الى مَرْضاتِکَ دلیلاً», "Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku di bulan ini untuk menuju ridha-Mu."
Jalan apa yang dapat membawa kita kepada keridhaan Allah Swt? Hal ini telah kita bahas dalam pertemuan sebelumnya. Namun, secara singkat, dapat disimpulkan bahwa jalan terbaik untuk meraih keridhaan Allah adalah dengan melaksanakan kewajiban, disertai dengan amalan sunnah, serta meninggalkan segala hal yang dilarang dan yang makruh.
Pada bagian kedua doa ini disebutkan: «و لا تَجْعَل للشّیْطان فیهِ علیّ سَبیلاً», "Dan jangan jadikan setan memiliki jalan untuk menguasaiku di bulan ini."
Dari sudut pandang ayat-ayat Al-Qur'an, jalur-jalur apa saja yang dapat dimanfaatkan oleh setan untuk menguasai diri kita dan bagaimana cara kita menutup jalur-jalur tersebut?
Cara Setan Menguasai dan Mempengaruhi Manusia Menurut Al-Qur'an Al-Karim
Dalam Al-Qur'an, beberapa cara bagi setan untuk menguasai dan mempengaruhi kita telah disebutkan.
1. Menggoda manusia dengan kedudukan dan jabatan. dalam ayat 120 Surat Taha, Allah Swt berfirman: «فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطانُ قالَ يا آدَمُ هَلْ أَدُلُّکَ عَلي شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَ مُلْکٍ لا يَبْلي», "Maka setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?".
2. Meenggoda manusia dengan kedudukan yang tinggi. Dalam ayat 20 Surat Al-A'raf, Allah Swt berfirman: «فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطانُ لِيُبْدِيَ لَهُما ما وُورِيَ عَنْهُما مِنْ سَوْآتِهِما وَ قالَ ما نَهاکُما رَبُّکُما عَنْ هذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَنْ تَکُونا مَلَکَيْنِ أَوْ تَکُونا مِنَ الْخالِدينَ», "Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: "Tuhanmu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (di dalam surga)".
3. Membisikkan dan menggoda manusia untuk menciptakan perpecahan di antara mereka sendiri. Alaah Swt dalam ayat 208 Surat Al-Baqarah berfirman: «يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ کَافَّةً وَ لا تَتَّبِعُوا خُطُواتِ الشَّيْطانِ إِنَّهُ لَکُمْ عَدُوٌّ مُبينٌ», "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu".
4. Menakuti-nakuti manusia dengan kefakiran dan kemiskinan, serta membisikkan untuk melakukan perbuatan keji. Dalam ayat 268 Surat Al-Baqarah, Allah Swt berfirman: «الشَّيْطانُ يَعِدُکُمُ الْفَقْرَ وَ يَأْمُرُکُمْ بِالْفَحْشاءِ وَ اللَّهُ يَعِدُکُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَ فَضْلاً وَ اللَّهُ واسِعٌ عَليمٌ», "Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui".
5. Menggoda manusia untuk melarikan diri dari medan perang. dalam ayat 155 Surat Ali Imran, Allah Swt berfirman: «إِنَّ الَّذينَ تَوَلَّوْا مِنْکُمْ يَوْمَ الْتَقَي الْجَمْعانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطانُ بِبَعْضِ ما کَسَبُوا وَ لَقَدْ عَفَا اللَّهُ عَنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَليمٌ», "Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (sendiri), dan sesungguhnya Allah telah memaafkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun".
6. Menakut-nakuti manusia dengan kekuatan dan kekuasaan musuh. Allah Swt dalam ayat 175 Surat Ali Imran berfirman: «إِنَّما ذلِکُمُ الشَّيْطانُ يُخَوِّفُ أَوْلِياءَهُ فَلا تَخافُوهُمْ وَ خافُونِ إِنْ کُنْتُمْ مُؤْمِنينَ», "Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman".
7. Membisikkan dan menggoda manusia untuk berbuat riya'. Dalam ayat 38 Surat An-Nisa, Allah Swt berfirman: «وَ الَّذينَ يُنْفِقُونَ أَمْوالَهُمْ رِئاءَ النَّاسِ وَ لا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَ لا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَ مَنْ يَکُنِ الشَّيْطانُ لَهُ قَريناً فَساءَ قَريناً», "Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena riya kepada manusia, dan mereka tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah sejahat-jahat teman".
8. Membisikkan dan menggoda manusia untuk meminta bantuan kepada penguasa thaghut. Allah Swt dalam ayat 60 Surat An-Nisa berfirman: «أَ لَمْ تَرَ إِلَي الَّذينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِما أُنْزِلَ إِلَيْکَ وَ ما أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِکَ يُريدُونَ أَنْ يَتَحاکَمُوا إِلَي الطَّاغُوتِ وَ قَدْ أُمِرُوا أَنْ يَکْفُرُوا بِهِ وَ يُريدُ الشَّيْطانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالاً بَعيداً», "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya".
9. Membisikkan dan menggoda orang-orang awam untuk mengikuti isu yang tidak benar. Dalam ayat 83 Surat An-Nisa, Allah Swt berfirman: «وَ إِذا جاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذاعُوا بِهِ وَ لَوْ رَدُّوهُ إِلَي الرَّسُولِ وَ إِلي أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَ لَوْ لا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْکُمْ وَ رَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطانَ إِلاَّ قَليلاً», "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu)".
10. Menggoda dan menipu manusia dengan khurafat (keyakinan terhadap takhayul) dan angan-angan panjang. Dalam ayat 119 Surat An-Nisa, Allah Swt berfirman: «وَ لَأُضِلَّنَّهُمْ وَ لَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَ لَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّکُنَّ آذانَ الْأَنْعامِ وَ لَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَ مَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْراناً مُبيناً», "dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya"". Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata."
11. Membisikkan dan menggoda manusia dengan memberikan janji-janji palsunya. Dalam ayat 120 Surat An-Nisa, Allah Swt berfirman: «يَعِدُهُمْ وَ يُمَنِّيهِمْ وَ ما يَعِدُهُمُ الشَّيْطانُ إِلاَّ غُرُوراً»,"Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka".
12. Membisikkan dan menggoda manusia untuk memperluas kebiasaan dan budaya minum minuman keras dan perjudian. Allah Swt dalam ayat 90 Surat Al-Maidah berfirman: «يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَ الْمَيْسِرُ وَ الْأَنْصابُ وَ الْأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّکُمْ تُفْلِحُونَ», "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan".
13. Membisikkan dan menggoda manusia untuk tidak memperhatikan shalat, meninggalkan shalat, serta menciptakan permusuhan dan kebencian di antara kaum Muslimin. Dalam ayat 91 Surat Al-Maidah,Allah Swt berfirman: «إِنَّما يُريدُ الشَّيْطانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَکُمُ الْعَداوَةَ وَ الْبَغْضاءَ فِي الْخَمْرِ وَ الْمَيْسِرِ وَ يَصُدَّکُمْ عَنْ ذِکْرِ اللَّهِ وَ عَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ», "Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)".
14. Membisikkan dan menggoda manusia untuk menghiasi diri dengan perbuatan buruk. Dalam ayat 43 Surat Al-An'am, Allah Swt berfirman: «فَلَوْ لا إِذْ جاءَهُمْ بَأْسُنا تَضَرَّعُوا وَ لکِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطانُ ما کانُوا يَعْمَلُونَ», "Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan".
15. Membisikkan dan menggoda manusia untuk lalai dan melupakan Allah. Allah Swt dalam ayat 68 Surat Al-An'am berfirman: « وَ إِذا رَأَيْتَ الَّذينَ يَخُوضُونَ في آياتِنا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّي يَخُوضُوا في حَديثٍ غَيْرِهِ وَ إِمَّا يُنْسِيَنَّکَ الشَّيْطانُ فَلا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّکْري مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمينَ», "Dan apabila kamu melihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)".
16. Membisikkan dan menggoda manusia untuk iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Dalam ayat 5 Surat Yusuf, Allah Swt berfirman: «قالَ يا بُنَيَّ لا تَقْصُصْ رُؤْياکَ عَلي إِخْوَتِکَ فَيَکيدُوا لَکَ کَيْداً إِنَّ الشَّيْطانَ لِلْإِنْسانِ عَدُوٌّ مُبينٌ», "Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".
17. Membisikkan dan menggoda manusia untuk berbuat boros dan menghambur-hamburkan harta. Dalam ayat 27 Surat Al-Isra', Allah Swt berfirman: « إِنَّ الْمُبَذِّرينَ کانُوا إِخْوانَ الشَّياطينِ وَ کانَ الشَّيْطانُ لِرَبِّهِ کَفُوراً», "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."
Pembahasan selanjutnya dalam masalah ini adalah, apakah ada manusia yang tidak dikuasai oleh setan? Dan apakah kita bisa menjadi seperti mereka? Kita seharusnya memberikan jawaban positif, karena Allah telah menyinggung masalah ini dalam ayat-ayat-Nya. Dalam Surat Al-Isra ayat 65, Allah Swt berfiman: « إِنَّ عِبادي لَيْسَ لَکَ عَلَيْهِمْ سُلْطانٌ وَ کَفي بِرَبِّکَ وَکيلاً», "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga". Begitu pun dalam ayat 39 dan 40 Surat Al-Hijr disebutkan: « قالَ رَبِّ بِما أَغْوَيْتَني لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعينَ * إِلاَّ عِبادَکَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصينَ», "Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". Dan dalam ayat 82 dan 83 Surat Shad, Allah Swt berfirman: « قالَ فَبِعِزَّتِکَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعينَ * إِلاَّ عِبادَکَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصينَ», "Iblis menjawab: "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang bersih (dari dosa) di antara mereka".
Komentar Anda